Fikray El-Habib Assyirboni

Belajarlah dan terus belajar maka engkau akan terus mendapatkan banyak hal dan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan


Diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Jundab dari Kamil bin Ziyad berkata: Ali bin Abi Thalib memegang tanganku dan mengajakku keluar menuju daerah padang pasir, setelah sampai di padang pasir, dia duduk dan mengambil nafas lalu berkata:
“Wahai Kamil bin Ziyad, hati adalah kesadaran, hati yang paling baik adalah yang paling sadar. Hafalkanlah apa yang akan aku katakan padamu: manusia itu terbagi menjadi tiga bagian: orang alim yang shalih, orang yang belajar dalam menempuh jalan keselamatan, dan orang yang hina-dina yang mengikuti semua orang, mereka terombang-ambing oleh angin, mereka tidak mendapatkan cahaya ilmu, mereka tidak berpegang pada prinsip yang kuat. Ilmu adalah lebih baik dari harta, ilmu menjaga dirimu sedangkan kamu menjaga harta, ilmu akan bertambah bila dipakai sedangkan harta akan berkurang bila dipakai, kecintaan orang yang berilmu adalah kepada agama yang dipeluknya, ilmu membuat orang taat dalam kehidupnya, dan akan dikenang setelah mati. Harta akan hilang bersama dengan kematian, sedangkan orang alim akan abadi sepanjang masa, jasadnya bisa saja tidak ada, tetapi kebaikannya akan tetap ada dalam hati. Sesungguhnya ilmu itu ada di sini−Ali menunjuk ke dadanya−Andaikan ilmu yang kamu dapatkan itu benar, kamu tidak akan mempergunakan alasan agama untuk memperoleh dunia, mendustakan bukti Allah dalam Al-Quran, mendustakan nikmat Allah kepada hamba-Nya, menentang kebenaran dan tidak ingin menegakkannya, meragukan hati naraninya ketika melakukan perbuatan syubhat (yang tidak jelas halal dan haramnya), atau ketika merasakan kesenangan, kehilangan kendali terhadap syahwat, senang mengumpulkan harta dan kehinaan, suka menipu pendakwah agama, karena yang demikian itu sama dengan binatang ternak. Begitulah ilmu akan mati bersama dengan orangnya. Ya Allah, jangan biarkan bumi ini tanpa orang-orang yang menegakkan bukti kebenaran Allah, agar bukti dan penjelasan kebenaran Allah tidak sia-sia. Mereka adalah yang jumlahnya sedikit, tapi sangat agung kedudukannya di sisi Allah, Allah akan melindungi kebenaran hingga mereka dapat menyampaikannya kepada para penguasa, dan mengembangkannya kepada masyarakat. Ilmu dapat merangsang mereka untuk menegakkan kebenaran, mengatasi semua permasalahan dan kesulitan, mereka itu adalah khalifah Allah di negerinya, dan yang berdakwah kepada agamanya. Kita rindu akan kehadiran mereka, semoga Allah memberikan ampunan kepada kita semua”. 
Ada beberapa baris sya’ir yang melantunkan tentang kecintaan terhadap ilmu dan ketidaksenangan terhadap kebodohan, baris-baris sya’ir itu adalah:
Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang bodoh
Seringkali orang bodoh mencelakai orang yang murah hati
Karena seseorang diukur dari teman yang bersamanya
Barang diukur dengan barang yang sepadan dengannya
Sandal pun diukur dengan sandal yang menyertainya
Hati dapat diketahui dari hati yang bertemu dengannya

0 komentar:

Posting Komentar

Social Media

Google+ Twitter Facebook Instagram Yahoo

BloGoblog

Ini blog bukan hanya sekedar blog.
Didalamnya terdapat ilmu yang mungkin sedikit namun bermanfaat untuk kedepannya.
Kalaupun ada kekurangan tolong ditambahkan ya dan kalau pun kurang sempurna mohon dimaafkan karena kesempurnaan hanya milik-Nya.