Fikray El-Habib Assyirboni

Belajarlah dan terus belajar maka engkau akan terus mendapatkan banyak hal dan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan

Mungkin sebutan untuk para santri kalong adalah sudah terbiasanya para anak-anak dari sekitar masyarakat untuk berguru ataupun mengaji kepada seorang kyai atau ajengan yang diyakini sangat memumpuni kajian keilmuannya juga sangat berkharismatik untuk dapat disegani oleh banyak orang. Ada orang yang benar-benar santri yang pada umumnya berdiam diri dipesantren juga ikut dalam kajian kitab kuning sehari-hari. Bukan hanya itu saja hafalan-hafalan kitab-kitab kuning, ribuan berbagain bait nadzom ataupun syair2 karangan ulama teradahulu, ataupun memurojaah Al-Qur’an dan tafsirnya adalah sebuah makanan sehari-hari yang dikenyam oleh santri umumnya yang sedang berdiam diri dipesantren atau lebih dikenalnya juga adalah pondok pesantren.
Berbeda dengan santri pada umumnya, santri kalong merupakan kalangan anak-anak bahkan sampai orang dewasa pun yang masih sangat suka mengaji dan juga mengikuti kajian-kajian kitab kuning sama seperti santri pesantren yang sebagian berasal adalah pendatang dari tempat yang jauh untuk menimba suatu ilmu ditempat tersebut. Santri kalong juga sama seperti santri pada umumnya yaitu mengaji kajian kitab kuning, menghafal dan hal sebagainya. Hanya perbedaan dari itu adalah santri kalong yaitu merupakan penduduk warga asli daerah dekat pesantren tersebut yang ikut mengaji kepada para kyai mereka. “Kalong” pasti tau sebuah nama binatang yang nama lain daripada kelelawar atau disebut juga oleh orang jawa adalah “Codot” merupakan sebuah hewan mamalia yang sangat aktif pada malam hari atau disebut juga hewan nokturnal. Jika dikaitkan dengan kata “Santri” yang seperti pada umumnya yaitu “Santri Kalong” pasti sudah tidak bisa dipungkiri bahwa Santri Kalong adalah Santri atau warga pribumi yang ikut mengikuti kajian-kajian pengajian yang diselenggarakan oleh pesantren dan waktu yang diikuti dalam pengajian tersebut adalah pada waktu malam hari. Sehingga tidak mengherankan bahwa jika diwaktu malam hari banyak sekali orang-orang yang mengikuti pengajian dari anak-anak sampai dewasa pada suatu daerah pesantren tersebut.
Santri kalong , iya memang tidak berbeda jauh dengan binatang kalong yang aktif hanya waktu malam saja. Karena dengan diantara itu, santri kalong adalah pada umumnya adalah kalangan keluarga yang kurang mampu dan juga jika disiang hari banyak diantara mereka adalah sebagian besar waktunya digunakan untuk bekerja diladang membantu kedua orang tuanya untuk bercocok tanam atau bertani ataupun juga pergi berdagang ke daerah seberang untuk mencari penghasilan dalam kehidupan sehari-hari.
Santri kalong juga memang sangat sering membantu berperan aktif jika seorang kyai atau pesantren mengalami kesulitan ataupun juga dalam hal-hal untuk mengembangkan pesantrennya. Dalam hal contoh kecil adalah membantu dalam pembesaran bangunan pesantren untuk para santri atau mengadakan acara dalam haul Almarhumin sesepuh kyai.
Banyak hal-hal unik yang dialami oleh para Santri Kalong adalah bukan cuma hanya mengaji tetapi juga banyak hal-hal yang membuat mereka-mereka tersebut membuat menjadi galau dan juga ikut merasakan kehidupan para santri pendatang yang benar-benar pesantren dan bertempat tinggal dipesantren tersebut. Diantara hal-hal yang unik ataupun hal-hal yang dapat ditiru oleh orang-orang para warga pesantren juga adalah santri kalong sangat berperan aktif dalam mengembangkan pesantren dan juga para santri kalong memang sangat membantu dalam segi hal keamanan terhadap santri pribumi jika dalam keadaan mendesak ataupun santri tersebut membuat kesalahan yang diperbuatnya.
Ada banyak sekali dibalik semua kisah-kisah santri kalong yang jika dilihat hanya berperan aktif pada malam hari dan jika diwaktu siang digunakan untuk bekerja dan memang itulah “Santri Kalong” tetap menimba ilmu walaupun diwaktu malam.

Berawal dikisahkan dari sebuah pondok pesantren yang terletak di sebuah kawasan Cianjur terdapat seorang santri yang konon sangat kurang pandai dalam hal keilmuan keagamaan tetapi cerdas dalam melakukan suatu kreatifitas dan menghasilkan suatu karya. Seorang santri tersebut memang selalu menghasilkan suatu karya yang sangat hebat dan membuat bangga oleh para teman-teman yang disekitarnya. Sebut saja namanya Adalah Fahri. Banyak diantara kalangan para santri yang sangat mengaguminya dan juga sangat memujinya. Salah seorang santri berkata kepada Fahri “Fahri, kamu itu kok pandai dalam berkarya tetapi kenapa kamu setiap di dalam pelajaran ilmu-ilmu agama kamu tidak pernah bisa? Apa yang membuat engkau menjadi seperti itu yang membuat saya pribadi menjadi temanmu bingung dan juga anak-anak yang lain juga. Apa kamu kurang mengkaji dan meurojaah kembali setiap keterangan yang di sampaikan oleh pak ustadz?” fahri pun terdiam dan setelah itu menjawab “bukannya saya ngga pernah memurojaah semua keterangan yang telah pak ustadz sampaikan. Sebenarnya saya juga bisa menjawab semua pertanyaan dan juga menambahkan keterangan pak ustadz tersebut. Hanya saja ketika saya melihat wajah pak ustadz saya selalu teringat kepada anak beliau yang sangat manis, cantik, dan juga pintar. Yang sehingga aku selalu tidak terkonsentrasi dalam menghadapi pelajaran-pelajaran yang pak ustadz sampaikan.” Lalu temannya pun menjawab “hmm kamu ini ngayal terus gimana mau mendapatkan anaknya pak ustadz itu yang memang dia telah menjadi pasangannya seorang santri senior yang sangat pintar sekali”.
Mendengar sebuah perkataan tersebut hati fahri pun menjadi sedih bahwa seorang perempuan yang telah ia cintai telah menjadi milik orang lain. Karena ia baru terfikir apakah dia akan mendapatkan anaknya pak ustadz tersebut yang benar-benar cantik dan juga pintar dalam mengkaji semua pelajaran dari ustadz2nya dan guru-gurunya? Akhirnya dia mengkoreksi diri bahwa dirinya tidak mungkin mendapatkan anak seorang ustadz yang biasa mengajarkan kitab-kitab kepadanya. Anak pak ustadz tersebut bernama Azizah. Azizah merupakan anak dari Ustadz Mujib yang sangat anggun dan sangat pintar sekali dan juga sering mendapatkan kejuaraan2 didalam lingkungan pesantrennya maupun tingkat kabupaten. Masih sedikit terdengar ditelinga para santri dan santriwati bahwa Azizah menjalani hubungan kepada santri yang sudah lama mesantren dipesatren tersebut. Nama santri tersebut adalah Aldi. Aldi memang sangat suka dan menaruh hati kepada Azizah karena Aldi memang berangan-angan ingin menjadikan Azizah sebagai pendampingnya untuk selamanya sampai maut yang memisahkannya. Tetapi kabar tersebut masih sebagai isu yang hanya membuat Azizah tidak merasakan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Azizah berkata kepada sahabatnya Sari “Sari kenapa sih kok banyak kabar yang beredar bahwa aku disangkanya berhubungan dengan Aldi padahal kan kamu tau sendiri aku itu tidak boleh berpacaran sebelum abah mendapatkan jodoh untukku”. Maka sari pun menjawab “iya mungkin karena Aldi itu yang memang benar-benar cinta sama kamu deh Azizah kan dia juga pernah mengirimkan surat ke kamu trus eh ketahuan deh sama anak2 yang lain tetapi hanya orang-orang tertentu yang mengetahui kejadian tersebut”. “Alkhamdulillah untungnya aku ngga ketahuan sama Abah, coba kalo misalkan ketahuan sama abah aku langsung dilarikan sama Abah ke pesantren Pak De ku yang di jawa tengah.” Tukas Azizah. Maka azizah tidak pernah menanggapi serius obrolan-obrolan hangat yang menimpa kepada dirinya dan juga orang yang berada disekitarnya.
Aldi memang sudah sangat lama sekali mencintai Azizah tetapi ia selalu mengutarakannya kepada Azizah tetapi Aldi sangat bersi kukuh bahwa bagaimanapun juga Azizah harus bisa menjadi paacarnya dan juga menjadikannya sebagai pendampingnya tetapi Azizah tidak pernah menjawab sebuah perasaan Aldi tersebut. Aldi juga berkata “bagaimanapun juga Azizah harus bisa menjadi pendampingku karena aku sangat cinta sekali kepadanya”. Ternyata kata-katanya tersebut dan juga terdengar oleh teman sekamarnya “bagaimana kamu bisa mendapatkan Azizah sedangkan kamu sendiri mempunyai sifat yang angkuh dan keras kepala sedangkan dia mempunyai sifat yang sangat lembut?”. Mendengar kata-kata tersebut Aldi langsung marah dan juga berkata secara tegas kepada temannya “liat aja nanti saya akan bisa mendapatkan Azizah”. Melihat perkataannya tersebut temannya langsung diam karena jika dibalas kembali maka amarahnya akan semakin membludak dan susah untuk dihentikan.
Suatu hari Azizah dipanggil oleh abahnya dan beliau pun membicarakan serius terhadap Azizah “Nak Kamu sekarang akan abah jodohkan insya Allah kamu akan berumah tangga dengan dia dan mendampingi De Azizah menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Kamu mau kan menuruti permintaan abah?” setelah mendengar perkataan tersebut Azizah terkejut dan ternyata benar Abah akan menjodohkannya dengan orang yang benar-benar Azizah belum tahu siapa pemuda tersebut yang akan menjadi jodohnya. Setelah itu Azizah pun menjawab “Jika itu memang terbaik untuk Azizah dan juga untuk masa depan Azizah maka Azizah siap untuk dijodohkan dengan pemuda yang Allah berikan lewat Abah, Insya Allah”. “Abah jika Azizah ingin tahu siapa pemuda yang abah jodohkan dengan Azizah?” Azizah bertanya kepada Abahnya. Abahnya pun menjawab “Azizah nanti akan abah jodohkan dengan Fahri, dia sangat cerdas sebenarnya dan juga dia sangat berkreatifitas dan juga sangat tanggung jawab. Insya Allah pilihan Abah untuk Azizah tidak salah.”
Mendengar perkataan tersebut Azizah akhirnya senang dan menerima dengan sepenuh hati bahwa pemuda yang dijodohkan oleh abahnya adalah benar-benar yang selama ini Azizah cintai yang sejak dimulai Fahri pertama kali dipesantrennya sejak kelas 1 Tsanawi. Mendengar kabar tersebut yang hampir seluruh santri dan juga sampai ditelingan Fahri merasa tidak percaya dan tidak menduga bahwa perempuan yang benar-benar ia cintai dan cintanya hampir pupus ternyata dijodohkan oleh Abahnya dan pemuda yang dijodohkan oleh Abahnya itu adalah dirinya. Fahri langsung melakukan sujud syukur karena sungguh rahasia Allah memang benar-benar diluar dugaan. Sedangkan Aldi yang benar-benar mencintai Azizah langsung merasa jengkel dan marah-marah tidak jelas karena gadis yang cintai adalah telah dijodohkan oleh orang lain. Sehingga dengan kabar seperti itu Aldi membuat sering sakit, dan juga merasa sakit hati bahwa cintanya selama ini terhadap Azizah hanya sebelah tangan. Hingga suatu hari Aldi merasa tidak betah dan akhirnya pindah pesantren ke daerah Jawa Tengah untuk tidak memikirkan hal-hal yang membuat dirinya sakit.
Setelah lama menjalani ta’aruf dan masa khitbah akhirnya Azizah dan Fahri pun menikah dengan suasana yang sangat meriah dan juga dihadiri oleh para warga, para kyai sepuh, para santri dan juga kedua orang tuanya. Fahri sendiri pun belum percaya bahwa dirinya bisa menyunting anak dari pak ustadz yang biasa mengisi pengajian dikelasnya dan kini anaknya beliau dipercayakan kepada saya untuk bisa menjalin kasih dan menjaganya serta menjadi keluarga yang mawaddah, warahmah dan serta menghasilkan keluarga yang sakinah dunia dan akhirat.

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذبالله من سرور انفسنا ومن سيآت اعما لنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له, اشهدان لااله الاالله وحده لاشريك له واشهدان محمد عبده ورسوله ارسله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون, اما بعد:

Para undangan sekalian yang berbahagia dan kedua mempelai yang mulia. Pada hari ini yang penuh dengan kebahagiaan ini terlebih dahulu marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas karuna nikmat iman dan hidayah-Nya hingga saat ini bisa hadir pada acara pernikahan saudara . . . dan . . . Dan mudah-mudahan diberikan kebahagiaan dan ketenangan dalam membina rumah tangganya. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

Para undangan hadirin sekalian yang saya hormati. Teringat dengan sepenggal bait lagu gambus Wafiq Azizah “Sungguh Senangnya Pengantin Baru, Bersanding Bagai Raja dan Ratu, Sambil Mendengar Kami Berlagu, Irama Zafin Merdu Melayu.”

Subhanallah, alangkah bahagianya jika sepanjang insan terjalin ikatan sah dan berkah dalam hubungan yang penuh dengan kedamaian dan menjadikan sepasang pengantin yang bersanding bagaikan mempelai pria sebagai raja dan mempelai wanita sebagai permaisyurinya.

Banyak orang yang sudah sekian lama berpacaran dan memadu cinta, tapi sayang yang akhirnya kandas ditengah jalan. Bukan hanya itu, banyak di antaranya orang yang sudah menjodohkan anaknya dengan calon menantu mereka sukai, tetapi keinginan mereka akhirnya juga tidak terwujud. Itulah yang disebut dengan perjodohan yang sudah teratur rapih dan tidak dapat dilepaskan dari Allah SWT.

Ma’asyirol Muslimin..
Akad nikah merupakan pengajian yang suci dan sakral. Seperti didalam Surat An-Nisa:21 yang tercantum dengan istilah :مِيْثَاقًاغَلِيْظًا  yang artinya adalah suatu ikatan atau perjanjian yang sangat kuat dan kokoh. Sehingga pernikahan ini dipertahakna secara langgeng, tidak mudah gubrah, dan tidak mudah kandas ditengah jalan.

Pernikahan bukan hanya suatu perjanjian yang sakral, tetapi pernikahan juga adalah ibadah dan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada pasangan memperlai untuk menggali pahala sebanyak-banyaknya dalam kehidupan berumah tangga. Dengan menjadikan ibadah sebagai dasar pernikahan, Insya Allah akan terciptanya kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

Terakhir dari saya pribadi terhadap kedua mempelai jika engkau menjalani setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhirmu bersama pasangan, maka engkau akan menumbuhkan rasa sayang yang kuat. Semoga Allah memberi berkah kepada kalian berdua dan semoga Allah memberi berkah atasmu, dan semoha Ia mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Cukup sekian dari saya, mohon maaf bila ada salah karena kesalahan milik saya pribadi dan kesempurnaan hanya milik-Nya.
Wallahul muwafieq li aqwamittharieq.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ideologi merupakan sebuah ajaran berfikir yang bisa digunakan dan diterapkan didalam kehidupan. Selain itu juga, kajian berfikir telah ada didalam berbagai disiplin ilmu yang banyak sekali menerangkan tentang ideologi tersebut. Seperti halnya Ilmu Mantiq yang merupakan didalamnya terdapat ilmu yang menerangkan tentang bagaimana berfikir statis menjadi sintesis yang merupakan dibutuhkan oleh setiap manusia. Seperti objek kajiannya ilmu mantiq yang dimana sesungguhnya sesuatu disiplin ilmu tersebut paling tidak harus memiliki sepeuluh aspek dasar yang dimana diantaranya adalah pengertian, objeknya, kegunaannya, keutamaannya, hubungan dengan ilmu lain, letak dasar penyusunannya, nama, pengambilan, hukum untuk mempelajarinya, dan problematikanya[1].
Ideologi digunakan sebagai landasan berfikir masyarakat adalah ideologi juga seperti keterangan ilmu manthiq yang diatas. Sebab jika masyarakat berfikir tidak menggunakan salah satu 10 aspek dasar diatas, maka masyarakat tersebut tidak akan mempunyai kaidah objek ide yang akan diterapkan didalam kehidupannya. Contoh seperti sosok kyai sahal yang berusaha mendobrak kebekuan, kemiskinan, dan juga keterbelakangan yang membuat Kiai sahal pendobrak dari bawah untuk memajukan masyarakatnya. Yang diantaranya adalah suatu usaha yang dikembangkan oleh Kiai Sahal adalah mendirikan suatu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang bernama BPPM (Biro Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) yang dimana adalah starting point Kiai Sahal untuk mendobrak kemiskinan dan keterbelakangan dilingkungannya[2].
Kita bisa membuat suatu ideologi menjadikan ajaran seperti yang diterapkan oleh Kiai Sahal tersebut. Karena jika bisa mengoptimalkan suatu objek yang terdapat dalam kajian ideologi, maka suatu kajian ideologi tersebut akan berjalan dengan sendirinya dan juga atas usahanya untuk melakukan sebuah perubahan untuk kemajuannya. Sebab, ideologi merupakan ilmu yang digunakan untuk memaksimalkan suatu kaidah berfikir yang baik dan menyerap ajaran-ajaran yang layak untuk diterapkan didalam kehidupannya. Sebab ideologi merupakan gabungan dua kata yang dimana diambil dari bahasa latin yaitu “Idea” yang berarti “Ide atau gagasan”. Maka dengan kata lain ide merupakan rancangan atau susunan yang terdapat didalam pikirannya. Sehingga rancangan tersebut dapat diterapkan dan juga diterima oleh kalangan masyarakat. Selanjutnya kata kedua adalah “Logos” yang berarti “ajaran”. Didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengatakan bahwa ajaran tersebut merupakan berawal dari kata “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui. Maka secara tidak langsung adalah ideologi tersebut merupakan ajaran yang didapatkan dari sebuah ide dan diterapkan didalam kehidupannya.
Selain itu, dari kaidahnya ideologi banyak sekali yang mengartikannya yang sehingga banyak sekali paham-paham ideologi yang bermunculan. Maka dengan banyaknya paham-paham ideologi yang terdapat dalam masyarakat, maka tidak sedikit pertentangan yang terdapat didalam masyarakat. Seperti halnya pertentangan yang dilakukan oleh kelompok sosialisme dan juga kelompok kapitalisme. Kelompok sosialisme merupakan kelompok yang berpaham sosialis, yaitu kelompok yang saling peduli terhadap satu sama lainnya. Berbeda dengan kaum sosialis, kaum kapitalisme merupakan kaum yang sangat dimusuhi oleh para masyarakat. Sebab kaum tersebut menggunakan sistem siapa yang lebih kuat maka dia yang berkuasa.
Semuanya tersebut merupakan terjadi karena datang dari tiap diri manusia. Sebab setiap diri manusia mempunyai hawa nafsu yang sangat besar didalam dirinya. Hawa nafsu merupakan suatu kekuatan yang selalu menyimpan potensi destruktif dan juga membuat jiwa selalu resah, gelisah, dan tidak pernah tenang. Para ulama kerap membandingkan hawa nafsu dengan binatang liar. Siapa pun yang telah menjinakkan hawa nafsunya, dia akan tenang dan mampu menggunakan nafsunya untuk melakukan aktifitas dan atau mencapai tujuan-tujuan luhur[3]. Sehingga, kaum-kaum kapitalisme tidak akan terjadi didalam lingkungan masyarakat sekitar.
Banyak masyarakat yang tidak bisa lepas dari yang namanya ideologi. Sebab ideologi merupakan sebuah landasan untuk dijadikan pegangan hidup agar bisa menjalani kehidupan yang diinginkannya. Ideologi merupakan pada intinya adalah hasil dari ciptaan suatu pemikiran yang dihasilkan dari perenungan dan diterapkan didalam kehidupannya. Seperti pendapat aliran idealisme yang menyatakan bahwa berbuat baik adalah bukan didasarkan atas kehendak mencapai tujuan diluar kebaikan itu, melainkan karena tidakan seseorang sudah dipandang baik[4]. Sesungguhnya pendapat yang seperti itu merupakan suatu pendapat yang sangat banyak dilakukan oleh kaum sosialis yang merupakan kaum tersebut merupakan kaum yang sangat peduli terhadap sesama. Dibalik semua itu, bukan cuma hanya kaum sosialis yang mempunyai sifat seperti itu, kaum kapitalis juga banyak yang menganut seperti itu. Tetapi kaum tersebut juga menggunakan kepedulian tetapi kepedulian tersebut mengandung sangat madharat karena hanya memihak terhadap satu pihak dan tidak memikirkan pihak yang lain.
Selain itu, bukan cuma hanya paham atau aliran yang muncul, tetapi juga pengetahuan-pengetahuan sebagai penunjang ideologi yang terdapat didalam masyarakat tersebut. Pengetahuan tersebut harus dibuat oleh gagasan-gagasan atau falsafah yang sangat menunjang untuk kehidupan. Abu Ya’qub al-Kindi (188-260 H/803/873 M) Filosof muslim pertama yang mendefinisikan falsafah yaitu pengetahuan tentang realitas atau hakikat segala sesuatu sebatas yang memungkinkan bagi manusia, karena sesungguhnya tujuan filosof secara teoritis adalah untuk mencapai kebenaran dan praktis adalah bertingkah laku sesuai kebenaran[5]. Sehingga, masyarakat bisa mencapai pemikiran yang kritis dan juga tidak mudah bergantungan terhadap orang lain. Masyarakat bertingkah laku bukan cuma hanya sesuai kebenaran, tetapi juga masyarakat mampu benar-benar menerapkan dan mempertanggung jawabkan apa atas tingkah lakunya.
Disamping itu juga, ideologi bisa diartikan juga sebagai hasil dari sebuah gagasan atau ide yang telah direnungkan oleh manusia dan diterapkan dalam kehidupannya. Sebab manusia selalu berfikir dan tidak akan berhenti berfikir kecuali kematian. Meskipun kita dapat beranggapan bahwa manusia sebagai makhluk rasional memiliki kehendak murni (pure will), sejak mereka dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan motif-motif indriawi kita dapat menganggap mereka memiliki kehendak suci (holly will), kehendak menolak maksim (ajaran ringkas) apa pun yang bertentangan dengan hukum moral tersebut[6]. Maka manusia bukan cuma hanya dapat untuk mengabulkan semua keinginannya tetapi bagaimana memaksimalkan untuk menerapkan pemahaman pemikiran tersebut menjadi sesuatu yang dapat diterapkan dalam masyarakat yang luas.
Selain itu, bagaimana mengarahkan ideologi menjadi hal-hal yang positif dan juga menjadi kreatif yang bisa menjadikan masyarakat yang terbeda dan tidak menjadi suatu kaum yang bersifat sama. Seperti dalam hal pemikiran, kreatifitas dan juga pembicaraan atau perkataan. Tentang retorika, perhatikan ayat berikut ini, “Berilah nasihat dan berbicaralah kepada mereka dengan pembicaraan yang menyentuh jiwa. (qaulan baligha) (QS.An-Nisa:63). Simak pula sabda Nabi yang memperteguh ayat ini, “Inna ba’dha al-byani lashirun. Sesungguhnya dalam kemampuan berbicara yang baik terdapat kekuatan sihir”[7]. Maka bagaimana masyarakat bisa menguasai berbagai hal pemikiran seperti tokoh filsafat Yunani Socrates, Plato, Aristoteles, dsb yang mampu membuat mengajak masyarakat berfikir kritis pada masanya tentang kehidupan siapakah yang membuat dan kenapa dia hidup didunia ini. Kreatifitas itu bagaimana masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar seperti contoh tokoh-tokoh muslim seperti Ibnu Sina yang mampu menghasilkan ilmu kedokterannya yang mampu membuat masyarakat banyak yang terkagum-kagum akan hal ilmu kedokteran tersebut dengan kreatifitasnya. Disamping itu masyarakat diajak berkata atau berbicara dengan baik seperti seorang Hitler yang beranggapan bahwa “setiap gerakan besar didunia ini dikembangkan oleh ahli-ahli pidato dan bukan oleh ahli jago-jago tulisan”[8]. Maka tidak heran seperti Soekarno yang berpidato lantang melawan penjajahan yang bisa membuat berkobar masyarakat Indonesia pada masa penjajahan untuk berani berontak melawan penjajahan.
Ketidakmampuan manusia untuk bertindak instinktif ini di imbangi oleh kemampuan lain yakni kemampuan untuk belajar, berkomunikasi dan menguasai objek-objek yang bersifat fisik[9]. Sehingga manusia mempunyai ideologi yang harus dijalankan dengan adanya bantuan dari luar. Bukan cuma hanya sekedar mengandalkan sifat bertindak dari instink, tetapi manusia tersebut mampu belajar dengan caranya sendiri tanpa adanya kesadaran dari orang lain. Sebab manusia yang telah dijelaskan adalah manusia merupakan makhluk sosial yang berkomunikasi dan tidak bisa hidup secara individualisme. Dan juga manusia bisa menguasai objek-objek yang dihadapinya, bukan cuma hanya objek yang terdapat pada faktor internal, tetapi juga objek yang terdapat dalam faktor eksternal.
Disamping itu, masyarakat yang terdapat didalam perkotaan maupun didalam pedesaan masih sangat mempunyai sifat egois yang membuat ideologi menurut kedua masyarakat tersebut berpendabat bahwa ideologi mereka merupakan yang paling benar. Seperti yang dikutip oleh ramalan Max Weber yang memperlihatkan “keangkuhan” rasionalisasi dalam mengganti segala bentuk sentimen ideologis, tradisi, dan komunisalisme. Yang mebuat tuah agama, dalam abad rasionalisasi telah digantikan oleh kecanggihan ilmu spesialis sebagai perubahan otoritas dari rasionalitas nilai kepada rasional instrumental. Sehingga, Raymond William mengklasifikasikan penggunaan ideologi tersebut kedalam tiga ranah[10] yaitu pertama, sistem kepercayaan yang dimiliki oleh kelompok atau kelas tertentu. Contohnya adalah seseorang mungkin mempunyai seperangkat sikap tertentu mengenai demonstrasi buruh. Ia percaya bahwa buruh yang berdemonstrasi mengganggu kelangsungan produksi. Akibatnya, perusahaan tidak bisa memproduksi barang dan mengalami kerugian besar, yang akibatnya akan diderita oleh buruh sendiri.
Kedua, sistem kepercayaan yang dibuat –ide palsu atau kesadaran palsu- yang bisa dilawankan dengan pengetahuan ilmiah. Ideologi dalam pengertian ini adalah seperangkat kategori yang dibuat dan kesadaran palsu dimana kelompok yang berkuasa atau dominan menggunakannya untk mendominasi kelompok lain yang tidak dominan. Ideologi disini bekerja dengan membuat hubungan-hubungan sosial tampak nyata, wajar dan alamiah, dan tanpa sadar kita menerima sebagai kebenaran. Contohnya adalah berita mengenai pencuri yang berasal dari kelompok bawah kita terima sebagai suatu yang nyata, kita tidak merasa heran dan aneh. Seakan memang pencuri selalu dari kelas bawah, atau memang masyarakat miskin selalu berperilaku seperti itu. Berita mengenai penjarahan yang dilakukan oleh masyarakat miskin juga kita terima sebagai suatu kebenaran, kia tidak merasa aneh. Seakan memang kelompok bawah ditakdirkan untuk menjadi penjarah.
Ketiga, proses umum produksi makna dan ide. Ideologi disini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan produksi makna. Bagaimana ideologi ini bekerja dalam memproduksi makna dapat dilihat dari bagaimana tindakan masyarkat dan pengusaha itu digambarkan dan bagaimana posisi kelompok yang diposisikan dimasyarakat.
Sehingga dalam konsepsi Marx ideologi adalah sebentuk kesadaran palsu. Kesadaran seseorang, siapa mereka, dan bagaimana mereka menghubungkan dirinya dengan masyarakat dibentuk dan diproduksi masyarakat, tidak oleh biologi yang alamiah[11].




[1] Syekh Khatab Umar al-Darwis, “Tagrir Syarah Matn al-Sulam al-Manthiq”, hlm 7
[2] Jamal Ma’mur Asmani, “Fiqh Sosial Kiai Sahal, Antara Konsep dan Implementasi”, hlm xi, Khalista. Surabaya
[3] KH. Abdurrahman Wahid, “Ilusi Negara Islam, Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia”, Jakarta. 2009
[4] Drs. Muhammad Alfan, M.Ag., “Filsafat Etika Islam”, hlm. 45, Pustaka Setia. Bandung. 2011
[5] Dr. Syaifan Nur, M.A., “Filsafat Wujud Mulla Sadra”, hlm. 99, Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 2002
[6] Immanuel Kant, “Critique Of Practical Reason”, hlm. 53, Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 2005
[7] Jalaluddin Rakhmat, “Retorika Modern: Pendekatan Praktis”, Kata Pengantar, Rosda Karya. Bandung. 2000
[8] Fauz Noor, “Berfikir Seperti Nabi”, hlm. 381, LkiS. Yogyakarta. 2009
[9] Jujun S. Suriasumantri, “Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer”, hlm. 262, Sinar Harapan. Jakarta
[10] Eriyanto, “Analisis Wacana, PengantarAnalisis Teks Media”, hlm. 87. LkiS, Yogyakarta. 2011.
[11] Ibid., hlm. 93


Diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Jundab dari Kamil bin Ziyad berkata: Ali bin Abi Thalib memegang tanganku dan mengajakku keluar menuju daerah padang pasir, setelah sampai di padang pasir, dia duduk dan mengambil nafas lalu berkata:
“Wahai Kamil bin Ziyad, hati adalah kesadaran, hati yang paling baik adalah yang paling sadar. Hafalkanlah apa yang akan aku katakan padamu: manusia itu terbagi menjadi tiga bagian: orang alim yang shalih, orang yang belajar dalam menempuh jalan keselamatan, dan orang yang hina-dina yang mengikuti semua orang, mereka terombang-ambing oleh angin, mereka tidak mendapatkan cahaya ilmu, mereka tidak berpegang pada prinsip yang kuat. Ilmu adalah lebih baik dari harta, ilmu menjaga dirimu sedangkan kamu menjaga harta, ilmu akan bertambah bila dipakai sedangkan harta akan berkurang bila dipakai, kecintaan orang yang berilmu adalah kepada agama yang dipeluknya, ilmu membuat orang taat dalam kehidupnya, dan akan dikenang setelah mati. Harta akan hilang bersama dengan kematian, sedangkan orang alim akan abadi sepanjang masa, jasadnya bisa saja tidak ada, tetapi kebaikannya akan tetap ada dalam hati. Sesungguhnya ilmu itu ada di sini−Ali menunjuk ke dadanya−Andaikan ilmu yang kamu dapatkan itu benar, kamu tidak akan mempergunakan alasan agama untuk memperoleh dunia, mendustakan bukti Allah dalam Al-Quran, mendustakan nikmat Allah kepada hamba-Nya, menentang kebenaran dan tidak ingin menegakkannya, meragukan hati naraninya ketika melakukan perbuatan syubhat (yang tidak jelas halal dan haramnya), atau ketika merasakan kesenangan, kehilangan kendali terhadap syahwat, senang mengumpulkan harta dan kehinaan, suka menipu pendakwah agama, karena yang demikian itu sama dengan binatang ternak. Begitulah ilmu akan mati bersama dengan orangnya. Ya Allah, jangan biarkan bumi ini tanpa orang-orang yang menegakkan bukti kebenaran Allah, agar bukti dan penjelasan kebenaran Allah tidak sia-sia. Mereka adalah yang jumlahnya sedikit, tapi sangat agung kedudukannya di sisi Allah, Allah akan melindungi kebenaran hingga mereka dapat menyampaikannya kepada para penguasa, dan mengembangkannya kepada masyarakat. Ilmu dapat merangsang mereka untuk menegakkan kebenaran, mengatasi semua permasalahan dan kesulitan, mereka itu adalah khalifah Allah di negerinya, dan yang berdakwah kepada agamanya. Kita rindu akan kehadiran mereka, semoga Allah memberikan ampunan kepada kita semua”. 
Ada beberapa baris sya’ir yang melantunkan tentang kecintaan terhadap ilmu dan ketidaksenangan terhadap kebodohan, baris-baris sya’ir itu adalah:
Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang bodoh
Seringkali orang bodoh mencelakai orang yang murah hati
Karena seseorang diukur dari teman yang bersamanya
Barang diukur dengan barang yang sepadan dengannya
Sandal pun diukur dengan sandal yang menyertainya
Hati dapat diketahui dari hati yang bertemu dengannya

KURANGNYA PERHATIAN TERHADAP MASYARAKAT PINGGIRAN
Muhammad Fikri Abdul Aziz Firdha

ABSTRAK
            Masyarakat merupakan hal yang terpenting dalam suatu terbentuknya negara. Sebab jika suatu negara tanpa adanya masyarakat maka negara tersebut belum disebut dengan negara. Dan juga suatu negara salah satunya adalah adanya seorang pemimpin yang bertujuan untuk mengatur semua masyarakat yang berada dalam ruang lingkup suatu negara agar negara tersebut menjadi dan berkembang. Tetapi, untuk sekarang para pemimpin pemerintahan negara khususnya negara Indonesia sekarang kurang sekali memandang terhadap masyarakat didaerah pinggiran. Sehingga banyak sekali perselisihan diantara para pejabat pemerintahan dengan kalangan masyarakat yang khususnya adalah masyarakat pinggiran yang merupakan notabenenya masyarakat yang kurang mampu dan juga harus banyak sekali perhatian dari khalayak oknum khususnya pemerintah. Dengan adanya kajian ini, bertujuan untuk menilai, melalui karakteristik masyarakat pinggiran dan juga pemerintah, juga oknum-oknum yang terlibat dalam melakukan pengembangan dan memajukan masyarakat pinggiran dan juga implementasi kebijakannya. Dan juga metode penelitiannya menggunakan metode analisis yang dilakukan dengan melihat diskursus, juga keterlibatannya suatu oknum menjadi aktornya dan sebuah kepentingannya mengikuti kebijakan. Penelitian tersebut dilakukan disebuah daerah kawasan pinggiran seperti sebuah desa yang berada dipinggir gedung-gedung pemerintahan dan perusahaan yang menjulang tinggi kota bandung, jakarta, dan sebagian kota besar yang berada di Indonesia. Responden penelitian juga merujuk terhadap individu, suatu kelompok masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan karakteristik masyarakat pinggiran adalah kebanyakan masyarakat yang masih sangat awam terhadap kebijakan masyarakat dan juga para masyarakat yang masih banyak sekali buta terhadap hukum yang sudah tercantum didalam Undang-Undang, dan para pejabat pemerintah juga yang masih sangat minim perhatiannya terhadap masyarakat pinggiran yang menyebabkan adanya miskomunikasi diantara keduanya. Figur kepemimpinan seorang pemerintah harus bersifat kritis, agar terjalin baiknya hubungan antara masyarakat dengan pemimpin pemerintahnya terwujud dengan baik. Titik kritis lain dalam perbaikan misskomunikasi  adalah sesuai dengan karakteristik masyarakat pinggiran tersebut. Kebijakan perhatian pemerinatah terhadap masyarakat pinggiran masih menunjukkan kelemahan implementasi terhadap kinerjanya.
Kata kunci : Pemerintah, masyarakat pinggiran, kebijakan



PENDAHULUAN
            Pemerintah pada hakikatnya merupakan proses untuk melaksanakan fungsi-fungsi pengaturan (regulasi), pelayanan, dan pemberdayaan sejumlah fungsi yang ditandai dengan karakteristik hirarkis, memiliki rantai komando, terdapat pwmbagian dan diferensiasi pekerjaan. Sebagai seorang pemimpin, pemerintah merupakan orang yang menjadi figur bagi kalangan masyarakat. Sebab seorang pemerintah adalah pemimpin yang paling dilihat dari mulai ia bekerja, menjadi sosok yang paling dicontoh dan ditiru untuk masyarakat khususnya masyarakat kawasan pinggiran. Secara perspektif statis, pemerintah merupakan pemimpin yang menjadi contoh bagi masyarakatnya. Sementara dalam perspektif dinamis, pemerintah merupakan aspek pelaksana untuk keutuhannya suatu kelompok masyarakat yang khususnya pagi para masyarakat pinggiran. Pada prinsipnya, pemerintah dengan masyarakat khususnya masyarakat pinggiran merupakan suatu hubungan yang harus diharmoniskan sebagai konsekuensi yang berlandaskan pada filosofi “pemerintah seperti apa dan masyarakat daerah pinggiran mengapa dan bagaimana cara mengatasinya”. Implikasinya dalam pemerintahan adalah terdapat unsur yang dapat diterapkan didalam masyarakat dan dapat diterima semua kalangan masyarakat terutama kalangan masyarakat daerah pinggiran.
            Pengurusan pemerintah dan dalam menjalankan roda pemerintahannya secara umum dalam praktek lapangannya sangat ditentukan terutama oleh kalangan masyarakat pinggiran. Sebab jika pemerintah tidak bisa menjalankan amanat yang telah diberikan rakyat terhadap pemimpinnya, maka pemerintah harus menjalankannya dengan ikhlas dan dengan bersungguh-sungguh bukan dengan cara yang main-main yang sehingga dapat menyengsarakan rakyat terutama terhadap masyarakat daerah pinggiran yang cuma hanya dipandang sebelah mata.
            Pengurusan dan pengelolaan fasiltitas-fasilitas yang terdapat ditengah-tengah masyarakat, masih sangat minim sekali dan juga masih jauh sekali dari perhatian pemerintah bahkan luput dari pengawasan pemerintah. Juga sebagai masyarakat yang banyak sekali menggunakan fasilitas-fasilitas yang terdapat disekitar kurang sekali merawat bahkan banyak diantaranya adalah dengan merusak fasilitas tersebut karena bentuk kekecewaannya terhadap sistem kinerja pemerintah yang selalu menghambur-hamburkan uang negara.
Seperti yang tercantum dalam Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 yang menyatakan bahwa setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya. Dalam penjelasan pasal tersebut disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kelompok masyarakat yang rentan antara lain adalah orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil, dan penyandang cacat. Dengan adanya peraturan undang-undang pemerintah yang seperti itu seharusnya dari kalangan pemerintahan maupun aparatur negara yang lainnya memberikan kesejahteraan terhadap kalangan masyarakat pinggiran yang masih jauh dari taraf kesejahteraan keluarga bahagia.





METODE PENELITIAN
A.    Kerangka Teoritis dan Pendekatan Penelitian
Masyarakat merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem baik itu secara tertutup ataupun secara terbuka, yang dimana sebagian besar berinteraksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Masyarakat juga merupakan makhluk yang saling berhubungan tidak bisa hidup dalam keindividuan, mereka semua harus saling adanya kerja sama dan membantu satu sama lainnya.
Salah satu dengan pendekatan penelitiannya adalah dengan cara observasi langsung ketempat kejadian yang dimana masyarakat daerah pinggiran jauh dari perhatian pemerintah. Masyarakat diwawancara secara mendalam tentang bagaimana keadaan sekitar dan bagaimana keadaan sosial ditengah-tengah kalangan masyarakat pinggiran.
Masyarakat pinggiran akan sukses bila ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam melakukan pekerjaan secara sinergis. Yakni kemampuan untuk membangun yang sinergis tersebut akan dimiliki jikalau semua dari elemen masyarakat saling memahami masyarakat lain dan juga bukan hanya pada masyarakat saja terutama masyarakat pinggiran, tetapi dalam sistem tata kerja pemerintahan yang kurang efisien. Dan juga memahami dari kerja masyarakat tersebut terhadap masyarakat lainnya.
Disamping itu juga masyarakat harus banyak terus menerus belajar bagaimana cara menciptakan masyarakat dimasa depan yang akan terwujud jika masyarakat tersebut mau terus belajar dan mampu menguasai seluruh aspek dalam kehidupannya. Bukan cuma hanya masyarakat yang harus belajar untuk masa depannya tetapi pemerintah juga harus bisa membantu dan memperhatikan masyarakat yang kurang dan mendorong sepenuhnya demi untuk kemajuan masyarakat yang sejahtera. Berkembangnya berbagai keterampilan dikalangan masyarakat baik itu secara individu maupun secara kelompok adalah dengan salah satu cara merefleksikan diri karena untuk menemukan dan mengenali kekuatannya dan kelemahan kompetensi intelektual, emosional, maupun sosial dirinya untuk melakukan revisi atas visi pribadinya. Juga untuk membangun dan mengembangkannya adalah melihat kondisi kerja yang sesuai dengan masyarakat khususnya masyarakat pinggiran.
Disamping itu juga proses mental yang harus dimiliki bersama oleh seluruh element masyarakat dan juga pemerintah dengan belajar nilai-nilai yang sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan organisasi, juga membuang nilai-nilai yang tidak relevan dalam sistem pemerintahan yang bisa menghambat perkembangan masyarakat. Dengan cara mental yang berani maka seluruh masyarakat dikawasan pinggiran bahkan seluruh elemen akan menjadi lebih ringan dan cepat tanggap.
Selain itu juga pemerintah mempunyai visi yang akan bisa memicu masyarakat menjadi semangat dan juga selalu berkomitmen untuk selalu membangun kesejahteraan bersama. Disamping itu juga dibutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan antara visi pribadi dengan visi masyarakat terutama pemerintah yang harus bisa benar-benar bisa menyesuaikannya dan juga bisa membedakannya. Visi juga bukan dipaksakan oleh pemerintah untuk kalangan masyarakat, tetapi juga visi itu juga dibangun untuk menggali visi bersama untuk kesejahteraan dimasa depan secara murni. Sebab ditengah pemerintah juga masyarakat terutama kalangan masyarakat pinggiran, terdiri atas berbagai orang yang berbeda dari latar belakang pendidikan, suku, pengalaman, dan budaya, maka akan sulit antara pemerintah dan masyarakat akan bekerja secara terpadu dan menyatu.
Disamping itu juga, pemerintah juga harus bekerja sama dengan masyarakat yang dimana meningkatkan kemampuan dan motivasi untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat secara adaptif, generatif, dan juga berkesinambungan. Kemampuan yang terdapat pada pemerintah dan juga masyarakat jika bisa tersinkron dengan baik maka akan menimbulkan sinergi dan juga menibulkan kemampuan berfikir sistemik seperti yang telah dijelaskan diatas. Namun, tanpa adanya kebiasaan berbagi wawasan antara pemerintah dan juga masyarakat, maka akan terjadinya kegagalan yang terjadi dalam masyarakat terhadap sikap pemerintah yang kurang memperhatikan terhadap masyarakat.
B.     Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan pada salah satu wilayah yaitu tepatnya didesa dikaki gunung manglayang dan juga sekitarnya. Desa tersebut dipilih karena keberadaannya kurang dari perhatian pemerintah bahkan hampir luput dari pengawasan pemerintah. Disamping itu juga mengambil didaerah masyarakat yang bekerja didaerah pasar-pasar seperti halnya masyarakat yang bekerja sebagai tukang angkut, ojek, becak, dsb.
Alasan mengambil daerah penelitian daerah tersebut sebab masyarakat daerah tersebut sangat jauh dikatakan sejahtera dan hampir luput dari pengawasan pemerintah. Pemilihan daerah tersebut berdasarkan pertimbangan kekhasan fenomena yang diteliti pada masing-masing individu, dimana penggalian informasi yang bermanfaat bagi perbaikan kebijakan antara pemerintah dengan masyarakat.
C.     Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini juga berbasis penelitian secara kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk memahami diantaranya masalah sosial dengan cara melaporkan pandangan informan dengan secara terperinci serta disusun secara terperinci dalam sebuah latar ilmiah. Metode pengumpulan data juga salah satunya dengan cara observasi, wawancara secara mendalam, diskusi kelompok dan juga dengan studi dokumen. Setidaknya, dengan menggunakan metode observasi, wawncara dan analisis dokumen maka salah satu dengan lainnya akan metode akan saling menutupi kelemahan, sehingga tangkapan atas realitas sosial akan menjadi valid.
Menggunakan salah satu metode wawancara mendalam dilakukan secara terstruktur dalam upaya memperoleh gambaran pelaksanaan pemerintah terhadap apa yang telah dilakukan masyarakat dan apa yang telah dihasilkannya.



HASIL DAN PEMBAHASAN
1.      Kawasan desa sekitar kaki gunung manglayang
Dalam peninjauannya, kawasan desa yang terdapat didaerah kaki gunung manglayang kurangnya terdapat puskesmas atau diartikan sebagai pusat kesehatan masyarakat. Seperti halnya kesehatan dalam kacamata islam. Islam dan kesehatan ibarat dua keping mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Islam sebagai salah satu dimensi partikularitasnya. Melihat pentingnya kesehatan jamani ini, Imam Syafi’i, seorang ulama besar yang di akui sepanjang masa, yang sejak manusianya berkutat, bergelut dan bercengkrama dengan jutaan ilmu pengetahuan, mengatakan “jenis ilmu ada dua, ilmu fiqih untuk urusan agama dan ilmu kedokteran untuk urusan jasmani manusia, ilmu selain kedua hal di atas adalah hanya bekal pergi ke perkupumpulan”.
Masyarakat yang terdapat didaerah tersebut sangat sulit sekali untuk mendapatkan akses kesehatan dengan salah satunya adalah tidak adanya pusat layanan kesehatan masyarakat atau yang disebut dengan puskesmas. Masyarakat kebanyakan mengeluhkan sekali karena jika terdapat anggota keluarganya yang sedang sakit keras dan butuh pemeriksaan, masyarakat terpaksa harus kebawah atau turun gunung dahulu agar bisa memeriksakan kesehatannya apakah sakitnya tersebut termasuk golongan penyakit yang parah apakah penyakit yang ringan.
Sebab diterangkan juga didalam kitab monumentelnya Imam Al-Ghazali Ihya ‘Ulumuddin yang merupakan karya master peace-nya, menggolongkan ilmu kedokteran dalam kategori fadhu kifayah, ilmu yang wajib dikuasai oleh sekelompok orang secara terbatas. Sebab kalau ada daerah yang didalamnya tidak ada orang yang ahli dalam bidang kedokteran, maka semua penduduk daerah tersebut berdosa.
Pemerintah didaerah tersebut masih kurang atas perhatian kesehatan para warga yang merupakan tergolong jauh bahkan luput dari pantauan pemerintah. Maka banyak sekali warga yang mengeluhkan sekali terhadap tidak adanya layanan kesehatan yang bisa dirasakan untuk masyarakat daerah sekitar kaki gunung manglayang tersebut.
Seperti halnya deskripsikan diatas, menunjukkan Islam sangat menaruh perhatian sekali dan besar terhadap masalah kesehatan. Sebab kesehatan merupakan pangkal kesehatan. Sebab jika dalam keadaan sakit, masyarakat tersebut tidak bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari dimulai dari memerah susu sapi, berkebun, dan juga melakukan kegiatan aktifitas yang lainnya. Juga jika masyarakat dalam keadaan sakit tidak akan bisa berbuat banyak terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.
Masyarakat banyak sekali yang mengeluhkan kurangnya fasilitas pemerintah yang diantaranya adalah tidak adanya pengadaan fasilitas kesehatan masyarakat. Sebab masyarakat sangat memerlukan kebutuhan kesehatan yang baik dan juga layak digunakan terhadap masyarakat. Salah satu masyarakat setempat mengatakan pernah mengajukan kepada kepala desa mereka untuk mengadakan fasilitas kesehatan masyarakat, dan juga kepala desa setempat menyetujuinya. Tetapi dari kalangan pemerintah pusat masih belum juga ada bantuan akan pengadaan alat-alat kesehatan juga tim ahli untuk menangani masyarakat yang sedang mengalami gangguan kesehatan.
Masyarakat banyak sekali faktor yang memicu kurangnya kesadaran akan kesehatan. Sebab kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat. Masyarakat yang menderita sakit faktor diantaranya adalah:
1.      Kurangnya kesadaran. Kesadaran merupakan gerak bawah sadar manusia yang dibentuk oleh pemahaman. Pemahaman bisa didapat lewat pendidikan dan budaya yang berkembang di suatu masyarakat tersebut. Pemerintah seharusnya patut juga ikut memperhatikan tingkat kesehatan yang terdapat didaerah masyarakat kaki gunung tersebut. Sebab masyarakat juga sangat butuh sekali dengan akses kesehatan dan seperti yang dikatan di awal jika masyarakat sedang dalam keadaan sakit maka seorang warga tersebut tidak bisa melakukan aktifitasnya sehari-hari.
2.      Perilaku menyimpang. Dari didikan budaya tersebut, implikasi riilnya adalah masyarakat yang jauh dari standar kesehatan. Beberapa indikator dalam masalah ini adalah diantaranya merokok, jarang melakukan aktifitas berolahraga, malasnya membersihkan lingkungannya sendiri, menggunakan air kotor, membuang sampah sembarangan, dan kurang teraturnya pola makan, minum dan tidurnya.
Seperti halnya dengan pekerjaan, masyarakat setempat bekerja dengan memerah susu, berkebun dan juga berdagang. Kebanyakan masyarakat sekitar banyak sekali yang memerah susu. Susu yang dihasilkan daerah tersebut bukan hanya saja susu sapi yang dengan kualitanya yang baik, melainkan masyarakat sekitar juga menghasilkan susu kambing. Masyarakat yang bekerja sebagai pemerah susu, dilakukannya setiap hari. Dalam satu hari, petani didaerah sekitar bisa mememerah satu sapi mencapai dengan 15 liter per harinya sedangkan susu kambingnya dalam sehari mendapatkan 4-5 liter per-harinya. Para warga yang berprofesi tersebut biasa menjual susu tersebut ke pasar-pasar dengan harga per-liternya Rp.5000 – Rp.6000. Sedangkan susu kambing etawa masyarakat menjualnya dengan harga Rp. 15.000 per-liternya. Masyarakat mengaku lebih mahal menjual susu kambing etawa, sebab susu kambing tersebut hanya menghasilkan sedikit susu dibandingkan dengan sapi. Sempat masyarakat juga ingin mendapatkan penyuluhan dari pemerintah tentang bagaimana menghasilkan susu lebih banyak dan juga itupun sudah pernah diajukan terhadap pemerintah tetapi pemerintah masih belum ada yang menanggapi dengan hal itu. Hingga akhirnya masyarakat setempat masih banyak yang menggunakan metode lama. Dan juga masyarakat sekitar masih menggunakan cara yang tradisional dalam memerah susu dan masih belum menggunakan alat yang modern seperti sekarang ini yang terdapat pada pabrik-pabrik susu.
Disamping itu juga masyarakat yang berada dilingkungan tersebut, masyarakat juga sebagian ada yang melakukan pekerjaan dengan berkebun. Mulai dari berkebun palawija, buah-buahan dan sebagainya. Penghasilan dari berkebun menurut masyarakat setempat masih jauh dari kebutuhan sehari-hari. Sebab masyarakat sangat membutuhkan adanya bantuan pupuk yang diberikan terhadap masyarakat sekitar. Sebab masyarakat yang berprofesi sebagai petani membutuhkan bantuan pupuk yang diberi oleh pemerintah setempat. Para petani juga mengeluhkan dengan harga pupuk yang merangkak naik. Sehingga menyebabkan para petani juga menaikkan harga jual buah-buahan dan palawija yang ia panen. Sebab para petani mengatakan jika mereka menjual dengan harga biasa, maka petani tersebut merasa rugi dan juga akan menombok dalam keperluan untuk membeli pupuk dan juga kebutuhan untuk sehari-hari. Disaat ini misalnya para petani mengeluhkan kurangnya air sebab keringnya sumber air yang biasa para warga gunakan untuk kebutuhan sehari-hari yang menyebabkan banyak sekali penghematan dalam menggunakan air.
2.      Pedagang kawasan didaerah ujung berung
Masyarakat yang biasa berdagang berada dikawasan pasar ujung berung merupakan sudah menjadi tradisi dalam mata pencahariannya sehari-sehari. Pedagang yang biasa berdagang di kawasan pasar ujung berung sudah berulang kali meminta terhadap pemerintah setempat perbaikan daerah pasar tersebut. Sebab warga yang biasa berdagang dikawasan tersebut kurang nyamannya dengan keadaan pasar yang sudah tidak layak untuk ditempati dalam menjalankan usahanya sehari-hari. Sekarang pasar tersebut memang sudah tidak layak untuk ditempati sebagai tempat usaha yang dikarenakan pasar tersebut kumuh dan juga jauh dari standar kebersihan pasar tradisional. Memang identik pasar di Indonesia pada umumnya berada pada tempat yang kurang begitu layak untuk mencari nafkah. Namun para warga terpaksa berjualan di sekitar kawasan tersebut karena jika para pedagang tersebut berjualan di kawasan yang lain, belum tentu bisa mendapatkan penghasilan yang lebih seperti yang sudah dijalaninya selama berpuluh-puluh tahun di pasar yang sudah kumuh dan juga sudah tidak layah untuk digunakan.
Pernah suatu ketika kepala pasar setempat meminta merenovasi agar kawasan pasar yang kumuh tersebut layak untuk dijadikan tempat usaha. Tetapi, menurut kepala pasar tersebut, pemerintah masih belum ada usaha untuk memperbaiki dan merenovasinya. Disamping itu juga, para pembeli yang biasa berbelanja di pasar tersebut mengatakan bahwa perlu adanya renovasi agar para pembeli juga merasa nyaman pada saat berbelanja dipasar tersebut. Seharusnya para oknum pemerintahan langsung bertindak cepat dan cepat dalam menangani hal ini. Dan disamping itu juga perlu adanya perhatian dari para perusahaan-perusahaan yang akan membantu dalam membangun perenovasian pasar ujung berung. Renovasi pasar juga bukan cuma hanya pada pasar ujung berung, tetapi juga pada pasar-pasar lain yang sudah tak layak untuk dijadikan sebagai tempat usaha.
Disamping itu, perlu adanya keamanan didalam pasar. Sebab para pedagang sangat resah sekali dengan adanya preman-preman yang menagih iuran secara paksa dengan alasan untuk biaya keamanan. Tetapi disamping itu, banyak diantara preman-preman setempat hanya meminta uang dan lalu pergi tanpa memikirkan keadaan pasar. Bukan hanya para pedagang dipasar, para pembeli juga merasa resah dengan adanya para preman-preman yang berada dikawasan pasar tersebut. Sering kali para pembeli merasa kecewa sebab banyaknya aksi copet yang membuat para pembeli ingin membeli kebutuhan rumah tangga terpaksa pulang dengan tangan hampa. Para oknum pemerintah harusnya lebih bertindak cepat dalam menangani hal seperti ini.
3.      Analisa para tukang ojek, pengamen dan jasa tukang angkat barang sekitar pasar tradisional
Disamping para pencari nafkah yang berdagang dikasawan pasar tradisional, banyak juga diantara para pencari rezeki lain yang berada di sekitaran pasar. Contoh kecil yang berusaha mencari rezeki dikawasan pasar tradisional adalah salah satunya para tukang ojeg. Para tukang ojeg yang biasa terdapat dikawasan pasar-pasar tradisional dan juga perempatan kebanyakan luput dari pengawasan pemerintah. Para masyarakat pinggiran tersebut kebanyakan kurang sekali perhatian dari mata pemerintah.
Disamping itu pula, pemerintah banyak yang salah sasaran dalam memberikan subsidi bantuan terhadap masyarakat pinggiran. Seperti halnya salah satu contoh masyarakat pinggiran yang berprofesi sebagai tukang ojeg yang biasa mangkal di salah satu pasar tradisional. Kerap kali setiap sedang memangkal di pasar tersebut, para ojeg juga merasa resah juga akan preman-preman yang merugikan ojeg-ojeg tersebut bahkan para konsumen.
Sebagian para tukang ojeg yang biasa menunggu penumpang di kawasan pasar juga didekat kawasan dengan perempatan jalan desa, mengaku resah juga dengan adanya gojek yang menjadikan saingan para tukang ojek dimana pun. Sebab dengan adanya para tukang gojek tersebut membuat para penghasilan para tukang ojek tersebut menjadi turun drastis. Sebab para tukang gojek tidak membatasi rute-rute yang seharusnya dilewati dan mana yang tidak untuk dilewati. Sehingga disini juga para oknum pemerintah harus menemukan solusi untuk para tukang ojek maupun para tukang gojek yang menggunakan sistem online.
Bukan hanya para tukang ojek yang merasa kurang dari perhatian dari para oknum pemerintah, masyarakat yang menjadi tukang jasa angkut barang dan juga para anak-anak yang biasa mengamen juga kurang menjadi perhatian dari para oknum pemerintah. Masyarakat yang berprofesi sebagai jasa angkut barang mengaku kurang sekali dilihat oleh para pemerintah. Sebab setiap adanya bantuan ataupun yang lainnya selalu tidak tepat sasaran dalam memberikan segala jenis bantuan. Sebab masyarakat tersebut sangat sekali membutuhkan segala jenis bantuan untuk kehidupannya sehari-hari. Meskipun para warga tersebut mengerti jangan terlalu berharap kepada pemerintah, tetapi para warga tersebut sangat membutuhkan sekali dengan bantuan-bantuan yang pemerintah berikan. Penghasilan yang didapatkan oleh buruh angkut tersebut sangat tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari.
Disamping itu juga, yang menjadi kurang perhatian sekali dari pemerintah adalah para anak-anak jalanan. Para anak-anak tersebut dimulai dari kecil tidak pernah yang namanya mencicipi bangku sekolah. Para anak-anak tersebut mengaku mahalnya dengan biaya pendidikan untuk masuk sekolah. Kebanyakan mereka yang tidak sampai jenjang di bangku sekolah adalah para anak-anak yang kurang mampu. Biaya hidup mereka mencari dengan cara meminta-minta dipasar, jalanan, bahkan banyak diantara mereka yang mengamen. Mereka para anak-anak tersebut sebagian ada yang pernah merasakan belajar di bangku pendidikan, tetapi mereka terpaksa berhenti karena kebutuhan yang semakin banyak dan juga di antara mereka beranggapan bahwa biaya untuk sekolah sangat besar dan juga sangat sulit. Mereka juga beranggapan bahwa untuk kehidupan sehari-hari juga sangat sulit apa lagi untuk kebutuhan sekolah.
Meskipun pemerintah pusat sudah menyelenggarakan wajib sekolah 12 tahun, tetapi kebijakan pemerintah tersebut masih jauh dari harapan masyarakat pinggiran khususnya untuk anak-anak yang masih dibawah umur yang masih perlu pendidikan yang layak. Kebanyakan kebijakan pemerintah tersebut salah menargetkan yang seharusnya untuk para masyarakat yang kurang mampu melainkan yang mendapatkan kebijakan pendidikan dari pemerintah yang bisa merasakan justru dari kalangan yang dikatakan mampu.
Seperti yang dilansir dalam Undang-Undang tentang pendidikan nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Indonesia, Bab 4 bagian kesatu pasal 5 ayat 1 mengatakan Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Meskipun sudah tertera Undang-Undang dan juga sudah disahkan oleh pemerintah, tetapi masih banyak sekali para masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu yang biasa hidup digolongan pinggiran masih belum bisa merasakan pendidikan yang baik dan juga bermutu. Seharusnya para pemerintah lebih bisa bijaksana kembali dalam hal pendidikan. Para anak-anak yang kurang mampu dan juga masyarakat yang kurang mampu beranggapan bahwa yang namanya pendidikan cuma hanya bisa dirasakan oleh para kaum borjuis atau kaum yang berduit, sedangkan untuk para masyarakat yang kurang tidak bisa merasakan pendidikan yang layak untuk masa depan yang cerah.
Disamping itu juga Undang-Undang yang tertulis didalam Bagian Keempat yaitu Hak dan Kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah pasal 10 dijelaskan Pemerintah dan pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tetapi yang terjadi sekitar ini, pemerintah masih belum mampu mengarahkan, membimbing, membantu dan juga mengawasi para anak-anak yang masih belum mampu merasakan bangku pendidikan dari mula sejak sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas.
Bukan hanya pemerintah yang seharusnya mengarahkan masyarakat agar mau bersekolah dan juga mengenyam pendidikan. Tetapi dari kalangan masyarakat juga harus ada yang memperhatikan dan juga mampu membimbingnya untuk dapat merasakan nikmatnya bangku pendidikan. Masyarakat juga wajib untuk bisa membimbing masyarakat yang minimal dalam pendidikan untuk mau merasakan pendidikan yang lebih dan juga untuk memajukan minimal martabat keluarganya. Juga misalkan diantara masyaraka yang mampu setidaknya bisa menyumbangkan minimalnya tenaga untuk masyarakat yang masih akan minimnya ilmu pendidikan. Sebab masyarakat juga wajib menolong kepada masyarakat yang kurang mampu contohnya seperti anak-anak jalanan yang notabene sudah putus sekolah dan juga bisa menambahkan ilmunya dari warga yang ilmunya lebih mumpuni dari bangku sekolah.
Bukan hanya itu, masyarakat yang notabene tergolong kepada masyarakat mampu seharusnya tidak berhak menerima bantuan pendidikan. Sebab bantuan itu dikhususkan kepada masyarakat yang kurang mampu dan juga jauh dari keluarga sejahtera. Dan juga, masyarakat yang mendapatkan bantuan pendidikan agar bisa benar-benar memanfaatkan fasilitas yang pemerintah berikan terhadap warga yang kurang mampu dan juga bisa menggunakannya dengan baik dan bijak.



KESIMPULAN
Dari uraian diatas yang sudah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa diantara pemerintah yang masih kurang perhatian terhadap masyarakat pinggiran sebab masih banyak sekali yang harus dikerjakan pemerintah. Bukan hanya untuk rapat-rapat dan juga banyak berbicara, tetapi juga rakyat butuh bukti dan juga banyak menagih janji terhadap pemerintah yang sebelum menjadi pemimpin akan mensejahterakan rakyat.
Pemerintah harus bisa merubah keadaan rakyat dan juga masyarakat juga bisa ikut dalam berperan aktif untuk bisa mensejahterakan rakyat. Bukan cuma hanya pemerintah yang harus berperan aktif untuk mensejahterakan rakyat, tetapi dari berbagai oknum juga harus ikut serta dalam perbaikan dan juga pembangunan dalam kehidupan masyarakat agar menjadikan masyarakat hidup sejahtera dan juga sentosa.
Dari contoh kecilnya adalah masyarakat yang berada dikawasan kaki gunung manglayang dan juga desa-desa sekitarnya. Masyarakat didaerah tersebut sangat susah sekali untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik dan juga layak untuk bisa digunakan masyarakat didalam daerah tersebut. Karena mengapa, sebab yang sudah dijelaskan diatas, masyarakat yang sedang menderita gejala sakit parah masyarakat terpaksa harus turun kebawah dulu untuk memeriksakan kesehatan. Sebab dikawasan desa tersebut masih belum adanya layanan kesehatan masyarakat yang memadai. Juga seharusnya pemerintah harus bisa lebih baik dan juga lebih peka terhadap masyarakat yang sangat membutuhkan layanan kesehatan tersebut.
Disamping itu juga, akses yang kurang didapatkan warga terhadap dunia luar yang sangat kurang. Sebab masyarakat setempat masih kurang dan juga minim akan hal info-info yang sangat berkaitan dengan keadaan masyarakat sekitar. Disamping itu juga, masyarakat dikawasan tersebut banyak sekali yang membutuhkan bantuan dari pemerintah yang contoh halnya dengan pupuk untuk lahan perkebunan palawija.
Masyarakat sekitar lereng tersebut terdapat juga yang sebagian berternak sapi dan juga masyarakat setempat juga melakukan pemerahan susu. Masyarakat juga membutuhkan terhadap ilmu-ilmu modern untuk melakukan pemerahan susu agar bisa menghasilkan susu yang lebih banyak dan juga susu yang berkualitas lebih baik.
Lalu yang selanjutnya adalah masyarakat yang berprofesi sebagai tukang ojeg. Mereka mengaku sangat resah dengan adanya preman-preman yang membuat penghasilan menurun. Juga disamping itu, dengan adanya layanan ojeg online yang membuat para ojeg mengalami pendapatan yang sangat minim. Sehingga para tukang ojeg tersebut banyak yang mengecam terhadap aktifitas ojeg online tersebut karena sangat merugikan para tukang ojeg yang biasa berada dipangkalan perempatan jalan desa, pasar-pasar, dan sebagainya. Pemerintah juga seharusnya ikut memantau dengan perkembangan ojeg online tersebut. Karena apakah ojeg online tersebut sudah memenuhi persyaratan apakah belum memenuhi persyaratan berkendara. Dan juga pemerintah bisa daerah khususnya bisa menemukan solusi agar tidak adanya sekat antara ojeg yang biasa berpangkal di jalan-jalan desa dengan ojeg yang menggunakan sistem online.
Selanjutnya adalah para anak jalanan yang kurang sekali akan adanya pendidikan. Para anak jalanan juga seharusnya menjadi perhatian yang serius terhadap pemerintah kepada anak-anak jalanan. Karena untuk memajukan negeri ini adalah bagaimana dengan pemudanya. Jika negeri ini ingin maju maka benahi dahulu pemuda yang akan memajukan negeri ini. Karena letak maju dan mundurnya suatu bangsa adalah terletak pada pemudanya. Disamping itu juga, para masyarakat yang tergolong mampu, bisa sadar diri akan bantuan-bantuan yang seharusnya diberikan terhadap yang lebih membutuhkan.
Pemerintah juga seharusnya bisa lebih detail dan lebih jeli lagi akan mana masyarakat yang kurang mampu dan diberi bantuan dan masyarakat yang mampu. Sebab banyak sekali target-target pemerintah yang akan memberikan bantuan terhadap masyarakat yang kurang mampu. Yang sehingga menyebabkan banyak diantara anak-anak yang masih dibawah umur kurang sekali akan pentingnya hal pendidikan.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Imam  Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin
2.      Jamal Ma’mur Asmani, Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh Antara Konsep dan Implementasi, Khalista 2007 Surabaya
3.      KH. Sahal Mahfudz, Nuansa Fiqih Sosial, LKiS Yogyakarta.

4.      Kajian Tematik Al-Qur’an Tentang Kemasyarakatan

Social Media

Google+ Twitter Facebook Instagram Yahoo

BloGoblog

Ini blog bukan hanya sekedar blog.
Didalamnya terdapat ilmu yang mungkin sedikit namun bermanfaat untuk kedepannya.
Kalaupun ada kekurangan tolong ditambahkan ya dan kalau pun kurang sempurna mohon dimaafkan karena kesempurnaan hanya milik-Nya.